CINTA

Satu hal yang Aku tidak Suka dengan Cinta, adalah Semakin Aku Menyangkalnya Semakin Dia Membuatku Jatuh Cinta

HARAPAN

Jika Kamu Memfokuskan Dirimu Pada Apa yang Tertinggal di Masa Lalu, Maka Kamu Tak Akan Pernah Bisa Melihat Apa yang Ada Di Depanmu

MASALAH

Menghindari Masalah Yang Kamu Hadapi itu, Sama Seperti Kamu Menghindari Kehidupan yang Harus Dijalani

PENYESALAN

Jangan Menyalahkan Atas Keinginan Apapun yang Tak Terwujud. Daripada Menunggu, Lebih Baik Kamu Berusaha Mewujudkannya

FAHAMI

Kalian Mungkin Mengenaliku, Tapi Tidak Memahamiku Sepenuhnya

INFO ANYAR | UAS Mata Kuliah Hukum Bisnis dilaksanakan tanggal 10-06-2016 pukul 14.00 - 15.30 | RKAKL Online Klik Disini | Chek in Online Garuda Klik Disini | Cek Garuda Miles Klik Disini | Materi MK Hukum Bisnis, Lihat Pada Menu Materi Kuliah Hkm. Bisnis |

Tampilkan postingan dengan label destination. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label destination. Tampilkan semua postingan

29 Maret 2016

Saonek, Pulau Kecil Berperadaban Tinggi

Kapal cepat yang kami sewa, sebelum kembali ke dermaga rakyat, membawa kami untuk mampir ke salah satau pulau menunikan ibadah shalat zuhur. Pulau Saonek, itulah nama pulau tersebut. Saat kami jejakkan kaki di dermaga, seperti hal nya dermaga laut lainnya, tak ada hal yang terlalu istimewa.
Pulau Saonek. Sebuah pulau kecil yang dulunya adalah pusat pemerintahan Raja Ampat. Kaki mulai melangkah menuju pesisir sisi barat untuk melihat ada apa saja di sana. Beberapa penduduk nampak bermalas-malasan di atas balai-balai sambil menikmati semilir angin laut. Beberapa nampak sedang memperbaiki perahu dan jaring. Ada juga yang sibuk mengasuh anak-anak yang tak mau lepas dari gendongan ibunya.
Senyum sapa ramah mereka membuat kami diterima di pulau indah ini. Saya dan rombongan berjalan menuju tengah perkampungan. Rumah-rumah berjajar rapi dengan beraneka macam bentuk rumah. Rumah yang tertata rapi walau hanya dengan bilik papan dan atap asbes berjejer di sepanjang jalan yang dibuat berpetak-petak layaknya perumahan modern. Benar saja, inilah ibu kota 12 tahun yang lalu. Uniknya di sini tidak ada kendaraan roda empat, dan hanya ada sepeda motor saja dan itu pun hanya sesekali lewat.
Ketakjuban kami bertambah manakala di tengah perkampungan berdiri masjid besar berdiri kokoh dengan ornamen yang cukup indah. Kami terpaku saat melihat bangunan megah berwarwana hijau dengan kubah yang menjulang dan lebih tinggi dari pohon kelapa. "ini masjid bantuan dari arab saudi" kata salah satu penduduk setelah kami melaksanakan shalat zuhur berjamaah. Subhanalloh....Sungguh luar biasa.






27 Maret 2016

Pianemo, Pesonamu Tak kan Kulupa

Raungan mesin kapal kayu berhenti dan perahu mulai merapat. Tidak ada yang terdengar kecuali riak ombak kecil yang mendera sisi kapal dan perlahan-lahan melepaskannya. Burung-burung beterbangan dari ujung pohon kecil di salah satu pulau tak berpenghuni. Ya, Anda tiba di Pianemo di Kepulauan Raja Ampat! Surga fanorama dengan kekayaan bukit dan bawah laut paling lengkap di Bumi.
Raja Ampat atau 'Empat Raja' sebanrnya nama yang diberikan untuk pulau-pulau indah tersebut. Sebuah nama yang berasal dari mitos lokal. Empat pulau utama yang dimaksud itu adalah Waigeo, Salawati, Batanta, Misool yang merupakan penghasil lukisan batu kuno.
Raja Ampat terkenal dengan gugusan pulau karang, salah satunya adalah Pianemo. Di sinilah Anda bisa melihat pulau-pulau karang dengan aneka ukuran yang ada dalam satu kawasan luas. Airnya biru jernih dan pemandangannya menakjubkan.
Masyarakat di sekitar Pianemo menyebutnya sebagai 'Wayag Kecil'. Ini karena pemandangannya dari atas bukit karang terjal, mirip gugusan pulau di Wayag yang telah mendunia itu, tapi dalam ukuran yang lebih mini.
Dari ibukota Kabupaten Raja Ampat, Waisai, perjalanan ke Pianemo dapat ditempuh dalam 2 jam perjalanan dengan speed boat. Selama perjalanan, lautan biru menghampar bagai tak terbatas. Beberapa kali diselingi siluet pulau berbukit hijau, hutan perawan, dan burung terbang menukik memburu ikan.

Sekitar pukul 08.00 WIT, kapal yang ditumpangi Tim Perencana PTKIN sudah mendekati perairan Pianemo. Memang sudah terlalu siang untuk berburu sunrise, tapi sinar matahari pagi yang memantul di laut dan menerangi gugusan bukit karst di Pianemo tetap tidak kalah indah untuk dinikmati.
Birunya air laut pun secara perlahan berganti hijau bening saat mendekati gugusan pulau karang, dan merapat ke dermaga.

Menakjubkan. Bukit-bukit karang terjal yang di atasnya ditumbuhi pepohonan menyambut kami saat memasuki Pianemo. Gugusan pulau karang kecil di sini umumnya tak berpenghuni. Karang-karang terjal itu ternyata masih 'hidup', masih terus tumbuh dan bukit-bukit itu semakin tinggi setiap tahun. Begitulah yang dikatakan pemandu kami sama seperti yang dijelaskan orang-orang lokal.
Ada tiga bukit yang biasa dijadikan jalur trek di sini. Bukit berketinggian sekitar 15 meter di Tanjung Bintang, Bukit Gundul yang tingginya sekitar 30 meter, dan yang paling tinggi 40 meter.
Tangga kayu yang sengaja dibuat masyarakat untuk membantu para wisatawan, sangat jarang dipublikasikan para netizen.
"Ada 323 (anak) tangga untuk sampai ke atas," kata penduduk asli yang berdagang disitu.


Benar saja, setelah tiba di puncak Bukit Pianemo, pemandangan indah pun terhampar di hadapan. Gugusan pulau karang yang melingkar seakan membentuk laguna hijau di tengah birunya samudera. Di kejauhan, laut tampak keemasan karena pantulan sinar matahari.
Lalu apa yang pertama kami lakukan saat pertama kali menginjak anjungan kayu di Bukit Pianemo? Tentu saja foto-foto dan berselfie ria
Tiba di Bukit Piaenmo, maka kegembiraan sudah dapat dirasakan. Sontak terdengar seketika orang yang baru datang di sini memuji kebesaran nama Tuhan-nya karena mata dan hatinya dipikat pemandangan alam yang luar biasa. Bila tidak Anda temukan respon itu maka diam terkesima adalah bukti seseorang telah ditawan setitik surga yang jatuh di lautan yang jernih sebening kristal dan ombak lembut menyapu pasirnya yang putih.


Dalam prasasti yang ditempatkan sebelum menuju puncak Pianemo, nama pulau ini tertulis dengan sebutan PAINEMU,  yang merupakan gugusan pulau-pulau sebagai rekaman peristiwa geologis dalam kurun waktu 15 juta tahun yang lalu. Nama PAINEMU, dikalangan netizen jauh lebih dikenal dengan sebutan PIANEMO.
Salah satu titik keindahan lanskap yang memadukan birunya laut dan vegetasi hijau pada gugusan bukit karst terhampar di Pianemo. Gugusan pulau karst yang ada di Pianemo menghadirkan pemandangan yang tak kalah indah layaknya Wayag, gugusan bukit karst yang menjadi ikon Raja Ampat dan lebih dikenal wisatawan.
Hanya saja, bentuk gugusan pulau karang di Pianemo lebih kecil. Karena itu banyak yang menyebut Pianemo sebagai "mini Wayag".
“Di sini bagus kakak!” sahut ramah seorang pemandu wisata lokal dengan logatnya yang khas. Kata-kata awal itu menandakan bahwa pengunjung telah sampai di salah satu tempat dengan fanorama perbukitan terbaik di dunia. Jika tidak sedang memandu wisatawan, pemandu lokal ini adalah seorang nelayan biasa. Nelayan tersebut terbiasa dengan orang luar yang datang berkunjung, konon mereka sangat ramah terutama jika diberi buah pinang atau permen (patut Anda coba). Cara ini telah terkenal dimana dengan memberikan permen dianggap bentuk sopan santun dan mampu mencuatkan senyum sang nelayan.
Pemandangan Raja Ampat seperti dalam mimpi tetapi ini bukanlah ilusi. Beberapa rekan perencana PTKIN mencemplungkan diri menyelam ke bawah laut setelah pendakian ke bukit pianemo, yang jika perhatikan dengan detail hewan laut yang menyapa. Bisa jadi kuda laut kerdil mendekati jemari Anda seakan ingin menyambut berjabat tangan.
Sayangnya, sinar matahari yang bersinar di latar belakang, menjadi backlight yang membuat wajah tidak terlihat saat difoto. Tak ada rotan akar pun jadi. Tanpa harus terlihat wajah, foto siluet pun jadi.
Selain itu, sayang juga jika kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk menikmati keindahan ini dari viewfinder kamera atau layar handphone. Membiarkan mata menikmati lanskap Raja Ampat secara lepas, tentu ini jadi pilihan terbaik.
Ada pemandangan lain yang tak kalan menarik yang sempat juga kami abadikan. Tulisan dengan menggunakan bahasa dan dialek setempat tapi masih bisa kami mengerti maksudnya. Bahkan, kata-kata dalam tulisan itu, walaupun sebagai bentuk peringatan, tapi ditulis dengan nada dan gaya bahasa HUMOR. sebuah tulisan canda sarat makna, yang mencirikan warga papua, bukan warga yang ada dalam banyak pikiran kita, tapi mereka sangat humoris dan familier.

Setelah sekitar 1,5 jam menikmati keindahan Raja Ampat dari Bukit Pianemo, kami pun beranjak turun. Di dermaga, alangkah menyenangkan untuk menikmati kelapa muda yang dijual seharga Rp. 15.000, sambil menunggu kapal speedboat siap berangkat.

Sebelum meninggalkan Pianemo, sesaat kami berkeliling gugusan pulau, berlayar dari laguna ke laguna. Air hijau toskanya seperti memanggil-manggil kami untuk segera terjun ke dalamnya. Beberapa wisatawan asing tampak menikmati snorkeling di sini. Sampai akhirnya kami berpindah kembali ke kapal ferry cepat.

Pulau Saonek

Kapal cepat yang kami sewa, sebelum kembali ke dermaga rakyat, membawa kami untuk mampir ke salah satau pulau menunikan ibadah shalat zuhur. Pulau Saonek, itulah nama pulau tersebut. Saat kami jejakkan kaki di dermaga, seperti hal nya dermaga laut lainnya, tak ada hal yang terlalu istimewa.
Pulau Saonek. Sebuah pulau kecil yang dulunya adalah pusat pemerintahan Raja Ampat. Kaki mulai melangkah menuju pesisir sisi barat untuk melihat ada apa saja di sana. Beberapa penduduk nampak bermalas-malasan di atas balai-balai sambil menikmati semilir angin laut. Beberapa nampak sedang memperbaiki perahu dan jaring. Ada juga yang sibuk mengasuh anak-anak yang tak mau lepas dari gendongan ibunya.

Senyum sapa ramah mereka membuat kami diterima di pulau indah ini. Saya dan rombongan berjalan menuju tengah perkampungan. Rumah-rumah berjajar rapi dengan beraneka macam bentuk rumah. Rumah yang tertata rapi walau hanya dengan bilik papan dan atap asbes berjejer di sepanjang jalan yang dibuat berpetak-petak layaknya perumahan modern. Benar saja, inilah ibu kota 12 tahun yang lalu. Uniknya di sini tidak ada kendaraan roda empat, dan hanya ada sepeda motor saja dan itu pun hanya sesekali lewat.

Ketakjuban kami bertambah manakala di tengah perkampungan berdiri masjid besar berdiri kokoh dengan ornamen yang cukup indah.  Kami terpaku saat melihat bangunan megah berwarwana hijau dengan kubah yang menjulang dan lebih tinggi dari pohon kelapa. "ini masjid bantuan dari arab saudi" kata salah satu penduduk setelah kami melaksanakan shalat zuhur berjamaah. Sungguh luar biasa. Masjid ini menjadi ikon Saonek karena begitu menonjol dibanding dengan bangunan lain.

Selesai melaksanakan ibadah shalat zuhur dan ashar , selain menangkap fanorama dengan memotret setiap moment, seaat kami berkeliling dengan Prof. Ilyas (Ketua STAIN Sorong) dan bercengkerama dengan penduduk setempat. Nampaknya, sebagian penduduk yang ada di pulau Saonek ini, merupakan penduduk pendatang dari Bugis, Makassar. Prof. Ilyas pun mengajak mereka ngobrol ringan dengan  bahasa bugisnya, karena beliau juga sebagai warga pendatang di Sorong – Papua Barat.
Satu yang tertanam dalam benak kami saat itu, tak ada lagi cengkrama sebegitu dekat di masyakarat modern. Ego hedonis telah mendahulukan kebuntuan bermuwajahah dan bermusyawarah.
Tepat jam 3, saya dan rombongan kembali lagi ke pelabuhan rakyat Kota Sorong, untuk kembali ke hotel tempat kami menginap di Mariat Hotel.
Keindahan yang alami, seolah benar-benar tidak tersentuh telah menjadi daya tarik utama di sini. Tidak perlu ungkapan keindahan langit yang biru atau pulau yang menghijau subur, karena apa yang ada di atas daratan dan di bawah lautnya akan mengatakan kepada Anda “Selamat datang di Raja Ampat; inilah surga keanekaragaman hayati laut tropis terkaya di dunia saat ini.
Tidak diragukan lagi, Raja Ampat adalah laut yang paling kaya akan ikan yang pernah saya kunjungi.
Banyak cerita yang kami sharing, banyak kenangan yang kami simpan dan tak akan pernah terlupa. Mereka, rekan-rekan STAIN Sorong, masyarakat papua barat, nelayan kecil yang semakin menambah eksotisme pengalaman kami menjelajah. MY TRIP MY ESPEDE....

26 Maret 2016

Senja Tepian Tembok Berlin, Kota Sorong - Papua Barat

Pantai Tembok Berlin-Nama pantai yang cukup unik bukan? Mungkin anda langsung membayangkan tembok berlin yang ada di Negri Jerman. Tapi jangan salah, di Indonesia juga ada tempat yang di namai tembok berlin walaupun sebenarnya sangat tidak mirip dengan tembok berlin yang sesungguhnya. Apalagi, tempat tersebut merupakan kawasan pantai yang terletak di pinggir jalan. Penasaran? 
Mendengar nama Tembok Berlin, kamu pasti langsung berpikir tentang tembok tinggi yang memisahkan Jerman, Timur dan Barat sebelum reunifikasi. Tapi Tembok Berlin yang satu ini berbeda.
Di sini tembok yang dimaksud bukan memisahkan dua negara, tetapi menjadi tanggul untuk menahan air laut. Bahkan, Tembok Berlin yang satu ini menjadi pusat jajanan kuliner seafood.
Wilayah Pantai Dofior yang lebih dikenal sebagai tembok Berlin adalah pusat keramaian dan hiburan favorit bagi masyarakat kota Sorong. Pantai ini disebut tembok Berlin bukan karena memiliki tembok seperti di Jerman, tetapi karena keberadaan sebuah tembok setinggi 1,5 meter yang terbentang di sepanjang wilayah pantai sejauh 1 kilometer. Tembok ini adalah pembatas antara pantai dan jalan raya serta berfungsi sebagai penahan air laut agar tidak memasuki area jalan raya. Hal ini bertujuan untuk menahan gelombang ombak agar tidak naik hingga ke jalanan. Nah, dikarenakan tembok inilah akhirnya pantai ini lebih akrab di sebut dengan Pantai Tembok Berlin di bandingkan dengan nama aslinya, Pantai Dofior.

Sayup-sayup terdengar debur ombak dari kejauhan. Inilah jejak pertamaku menikmati senja di Kota Sorong, Papua Barat. Angin pun berhembus dengan sejuk semilir, mengikuti hentakan ombak senja yang semarakkan sore hari. Mulai terlihat muda-mudi dan keluarga muda berdatangan ke pantai paling terkenal di Sorong ini, padahal matahari masih bersinar dari arah barat. Inilah Pantai Dofior atau yang biasa dikenal sebagai Tembok Berlin kala menyambut tenggelamnya matahari di ufuk barat.

Mengendarai angkutan umum berwarna kuning trayek gereja Maranatha - yang oleh penduduk disana disebut taksi - dari hotel Sahit Mariat dengan beberapa teman perencana Pendis, kami manfaatkan waktu luang sebelum acara pembukaan untuk bisa mengetahui lebih banyak tentang daya tarik Kota Sorong, Papua Barat – selain Raja Ampat, tentunya. Infra struktur jalan dan angkutan umum yang cukup ramai, itulah komentar pertamaku saat menuju Tembok Berlin. Lokasi tembok berlin tidak jauh terletak dari pelabuhan Sorong yang lumayan ramai aktivititasnya.

Sore di Tembok Berlin kala itu memang sangat ramai walaupun bukan malam Minggu atau malam libur, mengingat cuaca begitu cerah dan ini berarti prosesi matahari tenggelam pun dapat dinikmati dari bibir pantai. Masyarakat yang umumnya pasangan-pasangan muda pun mulai duduk di atas tembok Berlin bersiap untuk menikmati anugerah matahari tenggelam yang begitu indah. Tembok ini dapat diduduki karena punya lebar sekitar 1 meter dan sangat mungkin untuk duduk di atasnya.
Tembok Berlin adalah destinasi wisata. Walau lokal tapi namanya sudah mendunia. Sayang sekali, masih perlu pembenahan dan pembersihan sampah yang berserakan baik dipinggir jalan maupun yang numpukdi bibir pantai tergerus ombak. Harga makanan, juga relatif lebih mahal sedikit dibandingkan di tempat lain.






Setelah hunting foto-foto, kami berempat duduk-duduk merasakan semilir angin, sambil menikmati pisang epek dan minuman saraba ala makassar. Perlu diketahui, hampir kebanyakan penjaja makanan pinggir tembok Berlin, lebih banyak makanan khas Makassar, karena mungkin migrasi penduduk Makassar, sudah lama berbaur dengan warga penduduk asli.
Satu hal yang menarik dari informasi yang didapat dari mas irzam, salah satu staf STAIN Sorong yang selalu ceria mengantar kami selama di Sorong, penduduk asli lebih senang mencari rezeki dengan melaut dan menjualnya ke pasar, dibandingkan mereka menjadi pedagang.
Semoga, masih ada kesempatan kedua untuk menikmati destinasi wisata Kota Sorong - Papua Barat....

06 Mei 2014

Menikmati Suasana Dunia Di Musium Angkut+ Kota Batu Malang

Awal 2014 lalu, sebuah wahana wisata baru dibuka di Kota Batu, Jawa Timur, MUSEUM ANGKUT namanya, yang menghadirkan berbagai alat transportasi dari zaman kuno hingga modern dari seluruh belahan dunia asal pabrikannya. Menurut kabar, Museum Angkut ini dilengkapi dengan latar tampilan kota asalnya selain itu tempat wisata merupakan konsep wisata pertama yang ada di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Konsep wisata Museum Angkut ini sudah ada di Amerika. Namun untuk wilayah Asia Tenggara, baru Indonesia yang pertama.

Museum Angkut menghadirkan perpaduan tempat wisata yang unik yang berisi sejarah dan perkembangan dunia angkutan, dipadu dengan legenda Movie Stars atau para bintang film di jamannya dengan latar belakang kota-kota dan bangunan eksotis yang ada di Batavia, Eropa, Amerika. Wahana wisata ini cocok bagi keluarga, penggila otomotif, atau pecinta transportasi. Mulai sejarah dan koleksi alat transportasi ada di sini. Di museum yang spektakuler ini, mobil-mobil kuno yang berkelas turut dihadirkan lengkap dengan latar pabrikan dan kota asalnya.

Museum Angkut ini dibangun dengan tujuan untuk menghargai para pencipta berbagai jenis angkutan di dunia mengingat perkembangan teknologi angkutan terus berkembang setiap saat. Dunia angkutan atau transportasi juga telah membawa perubahan yang sangat signifikan bagi kehidupan umat manusia.

Lihat saja, mulai awal mula kereta hingga jadi mobil, bahkan ada di sini ada. Mobil bekas Presiden RI pertama, Soekarno, yakni seri Chrysler Winsor Deluxe produksi 1952, juga ada. Mobil ini baru saja dibawa dari Istana Bukittinggi, dan pengunjung kini bisa melihat dan membayangkan Bapak Bangsa ada di atasnya menjelajah Nusantara. Atau mungkin Anda ingin melihat sepeda kayu produksi China abad ke-18? Di sisi lain museum, ada juga sepeda angin cikal bakal Harley Davidson. Selain itu ada juga Perahu, Kapal Laut, Motor Zundap, bahkan Pesawat.


Beberapa wahana yang akan bisa kita nikmati di Museum Angkut ini adalah adanya Zona Edukasi, Zona Jerman, Zona Batavia, Zona Inggris, Zona Gangster & Broadway, Zona Las Vegas, Zona Itally, Zona Hollywood, Zona Perancis, dan Pasar Apung Nusantara.

Anda akan diajak berjalan ke Benua Eropa, negara raksasa otomotif dunia, lengkap dengan latarnya. Misalnya, di Jerman, Anda akan bertemu pabrikan dan suasana parkir pemukiman penduduk asli yang dipenuhi produk Mercedes, Volkwagen, dan motor besar legenda Berliner Mauer. Ada juga Italia dengan Fiat dan Vespanya. Dan, tentunya Inggris dengan mobil-mobil khas kerajaan dan kekunoan yang klasik.

Bagi anda penggemar film, Amerika pasti akan membuat Anda betah. Tidak hanya berbagai mobil dan motor pabrikan Amerika, seperti Harley Davidson, ada di sini. Turut pula dipajang berbagai mobil yang digunakan dalam film-film box office.

Atau bahkan Anda ingin tahu Indonesia dengan alat transportasinya? Silakan saja mampir ke Pelabuhan Sunda Kelapa dan Stasiun Jakarta Kota yang dibuat latar awal abad ke-19. Berbagai kendaraan yang menjadi transportasi utama massa Ibu Kota ada di sini.

Selain kendaraan, keberadaan alat angkut itu nantinya juga akan dipadukan dengan pusat kuliner, Ngalamers. Bahkan dilengkapi pasar terapung, seperti yang ada di Kalimantan. Dengan demikian, wisatawan bisa menikmati citarasa berburu kuliner seperti langsung ada di daerah aslinya. Adapun ragam kuliner yang akan dihadirkan yakni seperti Gudeg Jogja, Sate Madura, Nasi Timbal, dan makanan khas daerah lainnya.

Menarik, bukan? Tidak hanya belajar tentang sejarah otomotif dunia dan seolah-olah melancong ke negara raksasa otomotif, bagi penggemar foto narsis, cocok sekali untuk menambah koleksi foto Anda di sini.

Nama Obyek Wisata: Museum Angkut (Museum Otomotif) & Movie Star Studio
Lokasi: Jl. Terusan Sultan Agung Atas No. 2 Kota Wisata Batu
phone number: +62-341 595007
Jam Buka: 12.00 – 20.00 WIB
HTM: Weekdays: Rp. 50.000 | Weekend: Rp. 75.000

26 Maret 2014

Ke Kota Malang (lagi) Yukk.....!!!

Bandara Abdurrahman Saleh
Pertama kali menginjakkan kaki di Bandara Abdurrahman Saleh - Malang, memberikan kesan sebuah bandara yang masih menyatu dengan lapangan udara TNI-AU, bukan lapangan udara komersil. Dalam catatan Wikipedia, Bandara Abdul Rachman Saleh adalah bandar udara yang terletak di Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, atau 17 km arah timur dari pusat Kota Malang. Kode ICAOnya WARA (dahulu WIAS) dan kode IATA MLG. Bandara Abdul Rachman Saleh merupakan tempat pesawat Hercules C-130 dan Super Tucano sebagai pengganti OV-10 Bronco yang telah di musiumkan. Selain itu Wing 2 Korps Pasukan Khas juga bermarkas di sini.
Bandara Abdul Rahman Saleh memiliki dua landasan pacu yang pertama untuk pesawat-pesawat kecil seperti Hercules C-130 dengan panjang 1.500 m, dan yang kedua untuk jenis pesawat besar seperti Boeing 737 dengan panjang 2.300 m. Pemprov Jatim melalui Dishub dan LLAJ akan mengusulkan kepada Kementerian Perhubungan agar menambah panjang landasan pacu 700 meter lagi. “Dengan penambahan itu nantinya panjang landasan pacu di Bandara Abd. Saleh Malang menjadi 3.000 meter dan juga dobel landasan pacunya.” Dengan demikian, Bandara Abd. Saleh sangat berpotensi menjadi Bandara Internasional, sehingga pihak Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Pemprov Jatim mengusulkan Kemenhub agar menambah panjang landasan pacu.ng

Nampak terlihat, fasilitas umum seperti kamar kecil masih belum masuk ke dalam standar layanan sebagai bandara sipil / komersil. Yang terlihat nampak proses pembangunan yang ditargetkan bisa rampung di tahun 2014 ini dengan berbagai fasilitas yang benar-benar sesuai standar layanan penerbangan.

Gunung Putri Tidur
Obrolan bersama mas roni (panggilan akrab Zamroni, red.) mengarah ke pandanganku tentang gunung yang mirip putri tidur.  Walau hanya dari cerita, tapi gunung ini memiliki keunikan dan pemandangan yang begitu indah. Cuaca redup memberi nuansa pemandangan gunung putri tidur menjadi begitu indah dipandang. 

Jika diperhatikan dengan seksama, maka deretan gunung tersebut seperti tubuh seorang wanita yang sedang tertidur pulas. Deretan lengkap tubuh seorang wanita dari mulai rambut yang tergerai pada bagian kepala hingga dekapan tangan pada bagian perut dan bentuk kaki pada bagian bawahnya.

Kota Malang

Malang bisa dikatakan kota terbesar kedua di Jawa Timur dan merupakan kota wisata yang populer karena memiliki hawa yang sejuk dan dikelilingi pemandangan menakjubkan. Dikenal sebagai Kota Apel, Malang punya banyak tempat wisata yang membuat turis lokal maupun mancanegara jatuh hati. Pulau Sempu bisa jadi adalah obyek wisata favorit di Kota Malang, meskipun sebenarnya tidak berada persis di kota itu. Keindahan Pulau Sempu, termasuk laguna Segara Anakan, kerap disebut sebagai surga tersembunyi Jawa Timur.

Ada juga Jawa Timur Park yang berada di kawasan populer, Batu. Jika Jatim Park 1 menyediakan berbagai fasilitas modern seperti taman bermain, bioskop 3D serta Galeri Nusantara Science Center kimia dan biologi, maka Jatim Park 2 akan mengajak pengunjungnya kembali ke alam, terutama dengan Batu Secret Zoo.

Sebagai salah satu kota wisata populer di Indonesia, Malang menyediakan sejumlah hotel berkualitas untuk turis-turis baik lokal maupun mancanegara yang datang ke Kota Malang.


Wisata Perguruan Tinggi

Dalam catatan, terdapat 30 Perguruan Tinggi di Kota Malang baik negeri maupun swasta. 14 Universitas, 3 Insitut, 8 Sekolah Tinggi, dan 4 Politeknik. Rincian Penguruan Tinggi yang ada di Kota Malang sebagai berikut : 

1. IKIP Budi Utomo Jl. Simp Arjuno 14B Telp. (0341) 323214
2. Institut Teknologi Nasional Kampus 1: Jl. Bend. Sigura-gura No. 2, Telp.0341-551431 Fax.0341-553015 Malang 65145,
3. Institut Teknologi Nasional Kampus 2: Jl. Raya Karanglo Km.2 Telp.0341-417636 Fax.0341-417634 Malang
4. Politeknik Kesehatan Depkes Malang Jl. Besar Ijen No. 77 Malang, Telp. 0341-566075, E-mail: direktorat@poltekkes-malang.ac.id
5. School of Business (SOB) Jalan Besar Ijen 90, Malang 65115, Telp. (0341) 362763 Fax. (0341) 362763, Email: humas_sob@yahoo.co.id
6. STIE Malangku Jl. Terusan Candi Kalasan Malang Telp. (0341) 491813 e-mail: info@stie-mce.ac.id
7. Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STIBA) Jl. Ters. D. Sentani 97 Malang Telp. (0341) 715882
8. STIKI Malang Jl. Tidar 100 Telp. (0341) 562525
9. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Malang Jl. Baiduri Bulan No. 1 Kota Malang, Telp. (0341) 55340, Fax. (0341) 562768
10. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIEKN) Jaya Negara Jl. Citandui 46 Malang, Telp. 0341-491154, E-mail : info@stiekn.ac.id
11. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer Asia Jl. Soekarno-Hatta-Rembuksari 1A Kota Malang, Telp. (0341) 478877, Fax. (0341) 4345225
12. Sekolah Tinggi Teknologi STIKMA Internasional Jl. R. Panji Suroso 91A Malang, Telp. (0341) 416200 Fax. (0341) 473787 e-mail: info@stikma.ac.id
13. Universitas Kristen Ciptawacana Jl. Semeru 42 Telp. (0341) 351456
14. Universitas Katolik Widyakarya Jl. Bondowoso 2 Malang Telp. (0341) 553171
15. Universitas Merdeka Malang (Unmer) Jl. Ters. Raya Dieng 62-64 Telp. (0341) 552328
16. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Jl Bandung 1 Malang Telp: 551253 Jl Raya Tlogomas Telp. (0341) 552328
17. Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Jl. Telaga Warna Blok-C,Tlogo Mas Malang 65145 Telp. 0341-565500, 7051744, Fax. 0341-565522, Email: info@unitri.ac.id
18. Universitas Widyagama Jl. Borobudur 35 Malang Telp. (0341) 496950
19. Universitas Wisnuwardana Jl. Ki Ageng Gribig Telp. (0341) 713602
20. Universitas Islam Malang (Unisma) Jl. MT Haryono 193 Malang Telp. (0341) 551822
21. Universitas Brawijaya Jl. MT Haryono 169 Malang Telp. (0341) 561611
22. Universitas Gajayana Jl. Merjosari 1 Malang Telp. (0341) 570059
23. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Jl. Gajayana 50 Malang Telp. (0341) 551354
24. Universitas Kanjuruhan Jl. Sudanco Supriadi Malang
25. Universitas Negeri Malang (UM) Jl. Surabaya Malang Telp. (0341) 551312
26. Universitas Ma Chung Jl. Villa Puncak Tidar N-01 Kota Malang, Telp : 0341-550171, Fax : 0341-550175
27. Politeknik Negeri Malang (Polinema) Kampus I : Jl. Veteran Po. Box. 04 Malang, Tlp.0341-551340, 551341 - Fax. 0341-551708
28. Politeknik Negeri Malang (Polinema) Kampus II : Jl. Sukarno Hatta Po. Box. 04 Malang
29. Politeknik Kota Malang Kompleks Pendidikan Internasional Tlogowaru Kec. Kedungkandang Kota Malang, Telp : 0341-9273038, 9273039
30. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Malang

Sumber data Perguruan Tinggi : Pemerintah Kota Malang

01 November 2013

20 Lokasi Wisata yang Wajib Anda Kunjungi di Semarang

Kota Semarang boleh jadi belum bisa menandingi wisatawan ke Jogjakarta. Akan tetapi city tour Semarang menyajikan berbagam objek yang menawan. Setidaknya ada 20 tempat wisata di Semarang yang paling kami rekomendasikan untuk dikunjungi. Jika anda berkunjung ke Semarang, pastikan anda mampir di sana.

1. Masjid Agung Jawa Tengah

Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) yang terletak di Jalan Gajah Raya Semarang, Jawa Tengah, yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 11 November 2006, kini menjadi kebanggan umat Islam karena keberadaan tempat ibadah yang dibangun di atas lahan 10 hektare itu telah mendunia.

2. Klenteng Sam Po Kong

Klenteng Sam Po Kong layak menjadi prioritas para wisatawan yang akan menikmati wisata Semarang. Pasalnya, Klenteng yang terletak di Gedung Batu ini tidak hanya menyuguhkan kisah legendari Laksamana Cheng Ho, tapi keindahan arsitektur Tiong Hoa yang khas.

Sejak pertangahan Juli 2010, Klenteng ini dilengkapi dengan patung Laksamana Cheng Ho setinggi 10 meter. patung yang didatangkan langsung dari China ini ditaksir sebagai yang tertinggi di Asia Tenggara.

3. Komplek Pecinan

Gang Baru adalah nama yang tidak asing bagi publik dan pelancong. Gang Baru atau komplepks Pecinan menyajikan pemandangan dan suasana khas Tiong Hoa di tengah kota Semarang.

Di sana kita juga bisa jumpai beragam kelnteng. Ada 11 klenteng besar di Semarang, 10 di antaranya terdapat di kawasan pecinan, yaitu Klenteng Siu Hok Bio, Hoo Hok Bio, Kong Tik Soe, Tay Kak Sie, Tong Pek Bio, Liong Hok Bio, Tek Hay Bio, Wie Wie Kiong, See Hoo Kong, dan Klenteng Grajen. Sedang Klenteng Sam Poo Kong berada di Gedung Batu. Masing-masing klenteng itu mempunyai nilai historis tersendiri.

4. Pasar Rakyat Simpang Lima

Salah satu land mark kota Semarang adalah kawasan Simpang Lima.  Lapangan ini memang terletak di jantung kota. Disebut Simpang Lima karena berada di tengah-tengah persimpangan Jl Pandanaran, Jl Gajah Mada, Jalan Ahmad Yani, Jalan Ahmad Dahlan, dan Jalan Pahlawan.

Berkembangnya fungsi Simpang Lima menjadi alun-alun merupakan saran Presiden pertama Republik Indonesia yang menyarankan pengadaan alun-alun di Semarang sebagai ganti dari Kanjengan. Alun-alun yang dimiliki Semarang sejak masa pemerintahan Adipati Semarang yang pertama itu telah berubah fungsi menjadi pusat perbelanjaan. Karena itu, kawasan ini tetap diamsukan dalam daftar wisata semarang.

5. Jalan Pahlawan

Jalan Pahlawan Semarang adalah salah satu jalan terbesar di Semarang. Jalan ini salah satu penghubung menuju Simpang Lima.

Pada malam hari, jalan ini berubah menjadi jujugan wisata Semarang baru. Tempat yang lapang, terang, dan tersedianya aneka jajan membuat malam di Jalan Pahlawan Semarang selalu ramai. Lebih-lebih di akhir pekan.
Terlebih, sejak awal 2011, Pemkot Semarang mulai menata jalan ini. Trotoar sepanjang lebih dari 500 meter ditata ulang menjadi lebih lapang. Fasilitas tempat sampah pun ditambah.

6. Hutan Tinjomoyo

Hutan Tinjomoyo adalah hutan wisata yang terletak di Kelurahan Tinjomoyo, Semarang. Ratusan pepohonan tumbuh subur di sana. Lebih dari 200 jenis terpelihara. Anda akan mendapati pemandangan alami khas desa jika berkunjung ke hutan seluas 57,5 hektar ini.

Hutan Tinjomoyo memiliki keanekaragaman pepohonan, seperti mahoni, jati, akasia, asem londo, ketepeng, mangga, kelengkeng, matoa, nangka, dan masih banyak lainnya, memang telah beralih fungsi. Jika dulu menjadi destinasi wisata, sekarang fungsinya lebih sebagai paru-paru kota dan daerah resapan air.

7. Kebun Binatang Mangkang

Kebun binatang ini terletak di perbatasan Semarang-Kendal. Tempat yang dibuka pada Februari 2007 ini dibangun untuk menggantikan kebun binatang Tinjomoyo Semarang yang dianggap sudah tak representative lagi.

Lokasi baru ini diharapkan membuat jumlah pengunjung semakin bertambah karena aksesnya lebih mudah dicapai. Sebab, Bonbin ini terletak di pinggir jalan. Kebun Binatang ini, sekarang sudah memiliki sekitar 150 ekor hewan yang terdiri dari 40 jenis spesies. Ada Ular, Rusa, Gajah, Orangutan, Harimau.

8.  Lawang Sewu

Terletak di komplek Tugu Muda, Lawang Sewu dahulu merupakan gedung megah berbaya art deco, yang digunakan Belanda sebagai kantor pusat kereta api  ( trem ), atau lebih dikenal dengan Nederlandsch Indische Spoorweg Maschaappij ( NIS ). Bangunan karya Arsitek Belanda Prof. Jacob F. Klinkhamer dan B.J Queendag menurut catatan sejarah dibangun tahun 1903, kemudian diresmikan pada tanggal 1 juli 1907.

9. Tugu Muda

Kawasan Tugu Muda dulu hanya bundaran biasa. Tapi cobalah tengok sekarang. Sejak dipugar tahun 2008, Tugu Muda jadi tempat dolan yang amat menyenangkan. Bukan hanya karena taman di sekitarnya kini tampak rapi, semburan air mancur membuat tempat ini amat romantis di malam hari. Apalagi, Tugu Muda kini juga diterangi lampu besar di empat titik yang mengelilinginya.

10. Kota Lama

Kota Lama mungkin akan mengingatkan anda pada adegan ketika Gie (dalam film “Gie”) dan ribuan mahasiswa berdemo menuntut pembubaran PKI. Ya, adegan itu memang dilakukan di Kota Lama Semarang. Tidak hanya “Gie”, film “?” dan “Ayat-ayat Cinta” juga memanfaatkan Kota Lama sebagai tempat syuting.

Kota Lama Semarang memang menyimpan pesona historis yang luar biasa. Ratusan bangunan kuno masih berdiri. Sebagian, seperti Gereja Blenduk dan gedung Jiwa Sraya, masih terawat, sedangkan lainnya lapuk bahkan ambrol.

Jika anda berminat mengkaji arsitekur Belanda, tidak keliru anda menuju Kota Lama. Stasiun Kereta Api Tawang, Gereja Gedangan, Nilmij, Taman Sri Gunting, Marba, Marabunta dan De Spiegel memperlihatkan gaya arsitektur Eropa abada XVII. Sebuah embung yang dikenal penduduk setempat Polder Tawang menunjukan konsep kota pesisir yang tertata.

11. Museum Ronggowarsito

Museum ini terletak di Jalan Abdulrahman Saleh Nomor 1 Semarang, persis di samping Bundaran Kalibanteng. Museum Ronggowarsito mempunyai dua misi, yaitu “Meningkatkan apresiasi budaya dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap budaya”.

Museum ini menyuguhkan bagi Anda koleksi sejarah, alam, arkeologi, kebudayaan, era pembangunan, dan wawasan nusantara.

12. Museum Mandala Bakti

Museum Mandala Bhakti terletak di Jalan Soegijapranto nomor 1, persis berseberangan dengan Tugu Muda. Museum ini mengoleksi benda-benda bersejarah yang ada kaitannya dengan riwayat Kodam Diponengoro (Jawa Tengah & Daerah Istimewa Yogyakarta).

13. Pantai Marina

JIKA Anda berkunjung ke Semarang, pastikan Pantai Marina masuk dalam daftar tempat yang akan anda kunjungi. Anda bisa menikmati semilir angin di sana. Deburan ombak khas pantai utara, siap menyambut anda.

Anda tidak perlu bersusah payah untuk menuju ke sana. Dari kawasan Simpang Lima lurus ke arah barat Anda akan bertemu gapura  kawasan Pekan Raya Promosi dan Pembangunan (PRPP) Provinsi Jawa Tengah.

Kemudian, belok kanan masuk melewati gapura PRPP dan lurus terus ke arah utara, sampai di kawasan PRPP belok kanan dan kemudian belok kiri lurus terus sampai di pintu masuk obyek wisata Pantai Marina.

14. Bukit Gombel

Taman Tabanas yang lebih akrab disebut Gombel memberi kesempatan pada Anda menikmati view Semarang. Berkunjunglah pada malam hari, maka anda bisa menikmati pemandangan kota yang gemerlap. Dari sana

Anda bisa menikmati pemandangan Kota Semarang, dari Jatingaleh sampai Tanjung Emas. Lampu jalanan terlihat mengular, lampu kendaraan berjalan pelan seperti menyemut.
Karena terletak di kawasan atas, Taman Tabanas Gombel terasa lebih sejuk. Tidak heran jika pada malam hari tempat ini banyak digunakan pasangan muda atau keluarga bersantai ria.

15. Gue Kreo

Goa Kreo adalah sebuah goa yang dipercaya sebagai petilasan Sunan Kalijaga saat mencari kayu jati untuk membangun Mesjid Agung Demak . Ketika itu menurut legenda Sunan Kalijaga bertemu dengan sekawanan kera yang kemudian disuruh menjaga kayu jati tersebut. Kata “Kreo” berasal dari kata Mangreho yang berarti peliharalah atau jagalah. Kata inilah yang kemudian menjadikan goa ini disebut Goa Kreo dan sejak itu kawanan kera yang menghuni kawasan ini dianggap sebagai penunggu.

16. Masjid Menara (Layur)

Masjid Menara Semarang bukan tempat ibadah semata. Bangunan itu juga mewartakan sejarah dan cara manusia memperlakukan manusia. Maka, melalui tanda-tanda semiotis yang melekat padanya, masjid mengisahkan perjalanan manusia dan pemikirannya.

Dilihat dari gaya arsitekturnya, Masjid Menara merupakan percampuran dari tiga budaya yakni, Jawa, Melayu, dan Arab. Sejak dibangun pada 1802, bangunan Masjid Menara Layur diyakini tidak mengalami banyak perubahan.

17. Wonderia

Wonderia merupakan arena rekreasi keluarga Semarang. Dalam pengelolaan PT Semarang Arsana Rekreasi Trusta, Taman Rekreasi Wonderia ini diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Dr H Susilo Bambang Yudhoyono pada 9 Agustus 2007.

18. Pagoda dan Vihara Watugong

Wsiata Semarang juga menyuguhkan wisata religi. Buktikan di Pagoda Watugong. Bangunan indah ini terdiri atas tujuh tingkat. Tiap tingkat memiliki 4 buah patung Dewi Kwan Im yang menghadap keempat penjuru. Pembangunanya dilatarbelakangi oleh kebutuhan umat Budha akan tempat ibadah yang lebih layak dan nyaman. Yang sebelumnya ditempat ini hanya ada vihara kecil yang sudah berdiri sejak 1957. Kemudian pada tahun 2005 dibangunlah Pagoda Avalokitesvara yang rencana pembangunanya hanya membutuhkan waktu 8 bulan tetapi karena menunggu barang-barang dan patung dari Cina penyelesaiannya mundur menjadi 10 bulan.

19, Water Blaset Bukit Candi Golf

Water Blaster Semarang Graha Candi Golf adalah wahana permainan air pertama di Semarang. Wahana permainan yang lengkap membuat objek wisata ini langsung menjadi andalan rekreasi keluarga warga Semarang.

Setidaknya ada delapan unit wahana air yang ada di water blaster semarang ini. Semua itu dilengkapi sarana penunjang yang aman, termasuk ruang pertemuan berbentuk kapal pesiar yang bisa digunakan untuk rapat hingga kapasitas 150 orang. Semua itu patut anda pertimbangkan jika berencana menikmati wisata Semarang.

20. Stasiun Tawang

Stasiun Tawang  adalah satu di antara dua stasiun kereta yang berada di Semarang. Stasiun ini mengangkut penumpang yang akan naik kereta bisnis dan eksekutif. Stasiun Tawang berada di bagian utara Kota Lama, tepatnya di jalan Taman Tawang nomor 1, Semarang, Telepon: (024)3544544.

Dulu Stasiun Tawang dibangun untuk menggantikan fungsi Stasiun Tambaksari di Pengapon yang dinilai tidak dapat memenuhi kebutuhan jumlah pengguna. Itu lantara pada 1870 jalur kereta Semarang-Solo-Yogyakarta selesai dibangun sehingga jumlah penumpang semakin banyak

Sumber : http://wonderia-semarang.blogspot.com/2012/04/20-tempat-wisata-yang-harus-anda.html