CINTA

Satu hal yang Aku tidak Suka dengan Cinta, adalah Semakin Aku Menyangkalnya Semakin Dia Membuatku Jatuh Cinta

HARAPAN

Jika Kamu Memfokuskan Dirimu Pada Apa yang Tertinggal di Masa Lalu, Maka Kamu Tak Akan Pernah Bisa Melihat Apa yang Ada Di Depanmu

MASALAH

Menghindari Masalah Yang Kamu Hadapi itu, Sama Seperti Kamu Menghindari Kehidupan yang Harus Dijalani

PENYESALAN

Jangan Menyalahkan Atas Keinginan Apapun yang Tak Terwujud. Daripada Menunggu, Lebih Baik Kamu Berusaha Mewujudkannya

FAHAMI

Kalian Mungkin Mengenaliku, Tapi Tidak Memahamiku Sepenuhnya

INFO ANYAR | UAS Mata Kuliah Hukum Bisnis dilaksanakan tanggal 10-06-2016 pukul 14.00 - 15.30 | RKAKL Online Klik Disini | Chek in Online Garuda Klik Disini | Cek Garuda Miles Klik Disini | Materi MK Hukum Bisnis, Lihat Pada Menu Materi Kuliah Hkm. Bisnis |

Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan

18 April 2016

Bakso Damas, Alternatif Kuliner Bakso di Malang

Perjalanku ke Malang kali ini, adalah perjalananku yang ke lima. Ada hal menarik yang pengen aku share ke temen-temen pencinta kuliner, untuk mampir di BAKSO DAMAS yang terletak di Jl. Soekarno Hatta No.70, Mojolangu, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur.

Dari segi rasa, Bakso Damas memang tidak berbeda jauh dari bakso Malang pada umumnya. Meski demikian, ada keunikan yang membuat pelanggan yang datang sampai saat ini terus meningkat, terutama pada menu yang disuguhkan, berbeda dari jajanan bakso seperti biasanya.

Dari beberapa pelanggan yang datang bareng tim PPRG Pendis, ternyata ada menu yang cukup populer di sini. Yaitu bakso jumbo (di Malang disebut pentol jumbo).

Bakso yang satu ini berukuran kurang lebih lima kali lebih besar daripada ukuran bakso normal. Meski ukurannya besar, rasanya tetap empuk dan sedikit kenyal. Aroma dan rasa dagingnya juga terasa di lidah.

Selain itu, pelanggan lebih senang memesan bakso jumbo dengan alasan lebih puas. Daripada mengambil lima bakso ukuran normal, lebih sering puas mengambil satu bakso jumbo.
Harga Bakso dihitung per biji yaitu Rp 10 ribu per bijinya itu dan konon katanya tembus di angka ratusan. Wuih....luar biasa ya penjualannya...bisa dibayangkan, berapa pendapatan sehari pemiliknya. Sayangnya saya gak sempet ngobrol sama pemiliknya, karena harus buru2 ke bandara untuk kembali pulang.

Keunikan lain, yang sempet saya abadikan, ada tulisan yang terpampang di pintu masuk dan di tembok dekat pintu masuk. Baca dan maknai sendiri saja ya agan-agan....hehehe







26 Maret 2016

Senja Tepian Tembok Berlin, Kota Sorong - Papua Barat

Pantai Tembok Berlin-Nama pantai yang cukup unik bukan? Mungkin anda langsung membayangkan tembok berlin yang ada di Negri Jerman. Tapi jangan salah, di Indonesia juga ada tempat yang di namai tembok berlin walaupun sebenarnya sangat tidak mirip dengan tembok berlin yang sesungguhnya. Apalagi, tempat tersebut merupakan kawasan pantai yang terletak di pinggir jalan. Penasaran? 
Mendengar nama Tembok Berlin, kamu pasti langsung berpikir tentang tembok tinggi yang memisahkan Jerman, Timur dan Barat sebelum reunifikasi. Tapi Tembok Berlin yang satu ini berbeda.
Di sini tembok yang dimaksud bukan memisahkan dua negara, tetapi menjadi tanggul untuk menahan air laut. Bahkan, Tembok Berlin yang satu ini menjadi pusat jajanan kuliner seafood.
Wilayah Pantai Dofior yang lebih dikenal sebagai tembok Berlin adalah pusat keramaian dan hiburan favorit bagi masyarakat kota Sorong. Pantai ini disebut tembok Berlin bukan karena memiliki tembok seperti di Jerman, tetapi karena keberadaan sebuah tembok setinggi 1,5 meter yang terbentang di sepanjang wilayah pantai sejauh 1 kilometer. Tembok ini adalah pembatas antara pantai dan jalan raya serta berfungsi sebagai penahan air laut agar tidak memasuki area jalan raya. Hal ini bertujuan untuk menahan gelombang ombak agar tidak naik hingga ke jalanan. Nah, dikarenakan tembok inilah akhirnya pantai ini lebih akrab di sebut dengan Pantai Tembok Berlin di bandingkan dengan nama aslinya, Pantai Dofior.

Sayup-sayup terdengar debur ombak dari kejauhan. Inilah jejak pertamaku menikmati senja di Kota Sorong, Papua Barat. Angin pun berhembus dengan sejuk semilir, mengikuti hentakan ombak senja yang semarakkan sore hari. Mulai terlihat muda-mudi dan keluarga muda berdatangan ke pantai paling terkenal di Sorong ini, padahal matahari masih bersinar dari arah barat. Inilah Pantai Dofior atau yang biasa dikenal sebagai Tembok Berlin kala menyambut tenggelamnya matahari di ufuk barat.

Mengendarai angkutan umum berwarna kuning trayek gereja Maranatha - yang oleh penduduk disana disebut taksi - dari hotel Sahit Mariat dengan beberapa teman perencana Pendis, kami manfaatkan waktu luang sebelum acara pembukaan untuk bisa mengetahui lebih banyak tentang daya tarik Kota Sorong, Papua Barat – selain Raja Ampat, tentunya. Infra struktur jalan dan angkutan umum yang cukup ramai, itulah komentar pertamaku saat menuju Tembok Berlin. Lokasi tembok berlin tidak jauh terletak dari pelabuhan Sorong yang lumayan ramai aktivititasnya.

Sore di Tembok Berlin kala itu memang sangat ramai walaupun bukan malam Minggu atau malam libur, mengingat cuaca begitu cerah dan ini berarti prosesi matahari tenggelam pun dapat dinikmati dari bibir pantai. Masyarakat yang umumnya pasangan-pasangan muda pun mulai duduk di atas tembok Berlin bersiap untuk menikmati anugerah matahari tenggelam yang begitu indah. Tembok ini dapat diduduki karena punya lebar sekitar 1 meter dan sangat mungkin untuk duduk di atasnya.
Tembok Berlin adalah destinasi wisata. Walau lokal tapi namanya sudah mendunia. Sayang sekali, masih perlu pembenahan dan pembersihan sampah yang berserakan baik dipinggir jalan maupun yang numpukdi bibir pantai tergerus ombak. Harga makanan, juga relatif lebih mahal sedikit dibandingkan di tempat lain.






Setelah hunting foto-foto, kami berempat duduk-duduk merasakan semilir angin, sambil menikmati pisang epek dan minuman saraba ala makassar. Perlu diketahui, hampir kebanyakan penjaja makanan pinggir tembok Berlin, lebih banyak makanan khas Makassar, karena mungkin migrasi penduduk Makassar, sudah lama berbaur dengan warga penduduk asli.
Satu hal yang menarik dari informasi yang didapat dari mas irzam, salah satu staf STAIN Sorong yang selalu ceria mengantar kami selama di Sorong, penduduk asli lebih senang mencari rezeki dengan melaut dan menjualnya ke pasar, dibandingkan mereka menjadi pedagang.
Semoga, masih ada kesempatan kedua untuk menikmati destinasi wisata Kota Sorong - Papua Barat....

25 April 2014

Rawon Setan Hanya di Jalan Embong Malang Surabaya

"Belum sampai Surabaya bila belum makan di Rawon Setan", demikian ucapan kebanyakan orang... Dengan kata lain, berkunjung ke Surabaya rasanya kurang lengkap jika tidak mencicipi Rawon Setan yang namanya kian melegenda itu. Dari Hotel 88 tempatku menginap, cukup ditempung dengan jalan kaki smabil menikmati pemandangan pedestrian yang bersih dan beberapa bunga sakura dipinggirnya. Lokasi Warung Rawon Setan tepat berseberangan dengan Hotel JW Marriot Surabaya.

Ada hal yang memang mengurangi indahnya pemandangan. Sepanjang jalan Tunjungan, lebih dari 7 gedung yang saat ini mangkrak dan tidak diteruskan pembangunannya. Konon menurut beberapa penuturan, gedung-gedung tersebut ada yang sampe tahunan tidak terurus lagi.

Kembali ke Rawon setan, Rawon merupakan makanan khas Jawa Timur, berbentuk sup berwarna hitam. Rawon disajikan dengan campuran tauge mentah yang akan memunculkan sensasi rasa dan aroma yang menyenangkan ketika dimakan berbarengan dengan kuah rawon yang pekat. Tak lupa taburan bawang merah goreng yang makin mempercantik rasa dan penampilan. Selain rasa kuahnya yang mantap, Rawon Setan terkenal karena potongan daging sapinya berukuran besar dan teksturnya empuk ketika digigit.


Awalnya Rawon Setan ini hanya buka di malam hari di emperan toko (warung tenda) sekitar tahun 50-an (konon telah ada sejak jaman revolusi) dengan kebanyakan pembelinya dari pengunjung kafe dan pelayan diskotik yang berada di daerah tersebut. Tapi sejak 2008 Rawon Setan ini sudah mempunyai bangunan sendiri, jam bukanya pun mengalami perubahan dari jam 8 pagi, untuk weekend resto ini tutup sekitar jam setengah 4 pagi.


Beberapa pilihan lauk disediakan untuk pelengkap, seperti tempe goreng, telur asin, telur pindang, empal daging, dan perkedel kentang. Namun di antara semua itu, Rawon Setan paling pas jika disantap bersama telur asin dan kerupuk udang. Jika suka dengan masakan pedas, anda bisa menambahkan sambal ke dalam rawon. Disini ada bisa memesan rawon dengan nasi terpisah maupun campur.

Konon, Kini di kota-kota lain, termasuk di Jakarta dan Bandung, banyak bermunculan warung nasi rawon yang turut menggunakan merek dagang “Rawon Setan”. Namun Rawon Setan Mbak Endang di Jalan Embong Malang ini adalah warung rawon setan yang asli dan pertama ada di Indonesia. Rawon Setan ini pun telah lama menjadi kuliner unggulan Kota Surabaya. Asal mula kata “Setan” itu sendiri karena dulu warung rawon ini baru buka malam pukul 22.00 hingga dini hari. Jam operasionalnya dianggap sama dengan setan yang munculnya di malam hari. Namun sekarang Rawon Setan Mbak Endang ini sudah mulai buka sejak pagi dari pukul 07.30 – 22.00 WIB untuk hari Minggu hinga Selasa, dan 07.30 – 03.30 untuk hari Rabu hingga Sabtu

Inget yaaa, kalo ke sana, jangan lupa makan rawon setan deh..., biar nyicipin rasanya seperti apa. Penasaran, liat deh petanya di bawah ini

Jl. Embong Malang satellite map