CINTA

Satu hal yang Aku tidak Suka dengan Cinta, adalah Semakin Aku Menyangkalnya Semakin Dia Membuatku Jatuh Cinta

HARAPAN

Jika Kamu Memfokuskan Dirimu Pada Apa yang Tertinggal di Masa Lalu, Maka Kamu Tak Akan Pernah Bisa Melihat Apa yang Ada Di Depanmu

MASALAH

Menghindari Masalah Yang Kamu Hadapi itu, Sama Seperti Kamu Menghindari Kehidupan yang Harus Dijalani

PENYESALAN

Jangan Menyalahkan Atas Keinginan Apapun yang Tak Terwujud. Daripada Menunggu, Lebih Baik Kamu Berusaha Mewujudkannya

FAHAMI

Kalian Mungkin Mengenaliku, Tapi Tidak Memahamiku Sepenuhnya

INFO ANYAR | UAS Mata Kuliah Hukum Bisnis dilaksanakan tanggal 10-06-2016 pukul 14.00 - 15.30 | RKAKL Online Klik Disini | Chek in Online Garuda Klik Disini | Cek Garuda Miles Klik Disini | Materi MK Hukum Bisnis, Lihat Pada Menu Materi Kuliah Hkm. Bisnis |

Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

31 Juli 2012

Teknologi Diciptakan untuk Memudahkan Penggunanya

POSTING SEBELUM IMSAK


Konon pemanfaatan teknologi informasi (dalam hal ini website) sudah mulai menjadi sebuah kesadaran. Kesadaran dimana komunikasi virtual akan lebih memudahkan, memurahkan dan mengedepankan efektivitas serta efisiensi. Dengan memanfaatkan teknologi website, pelaku profesional (instansi pendidikan, pemerintah, dunia usaha dll) lebih mudah menjalankan serta mengkomunikasikan bentuk pelayanan kepada para pelanggan dengan lebih baik. Tentu, dengan website yang di desain sesuai dengan kebutuhan pemilik website serta disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Teknologi website begitu pesat berkembang, seperti halnya Facebook yang pelan-pelan berubah menjadi Platform sendiri. Juga Google yang terus berevolusi dari satu platform ke platform yang lebih maju. Sehingga teknologi perlahan menjadi kebutuhan mutlak untuk memperbesar wilayah atau jaringan (network) pada banyak orang. Bahkan banyak penyedia website gratis berikut fitur gratisnya yang bisa digunakan untuk memperkuat daya saing dan sebaran informasi, sehingga pelaku usaha tak lagi harus paham dengan mekanisme pembuatan website yang njelimet dan rumit.

Adagium “Teknologi diciptakan untuk memudahkan penggunanya” memang patut untuk kita jadikan patokan lebih awal. Kenapa, karena suatu kebutuhan akan lebih termanfaatkan secara maksimal jika muncul dari keyakinan hingga menjadi suatu kebutuhan. Disinilah salah satu penyebab kenapa sebuah website yang dibangun terkadang mati suri dengan informasi yang sangat minim, bukan dari ketidakmampuan atau ketidakpedulian admin, tapi lebih kepada kurangnya sumber informasi yang harus disampaikan.

Website sebuah institusi harus lahir dari sebuah permintaan dan kebutuhan. Banyak pengalaman yang bertebaran kalo kita berselancar di ranah google yang menceritakan kenapa website gagal. Sang admin berkilah bahwa sudah banyak usaha yang dilakukan untuk mensosialisasikan website yang dikelolanya kepada social networking internal institusi.

Tapi apa, yang lebih mengenal hanya MBAH GOOGLE, sementara orang-orang yang ada di sekitarnya tidak tahu, apa nama alamat websitenya. Kesalahan sedikit saja pada website atau adminnya, menjadi alat untuk mendiskreditkan pengelola.

Padahal bila ada seseorang yang mengatakan bahwa ‘saya gaptek’, sebenarnya salah sasaran. Kenapa begitu? Karena hampir semua teknologi selalu mudah untuk digunakan. Hanya saja, memang tetap harus dipelajari cara pemakaiannya. Seperti juga sewaktu kita memegang handphone baru, pasti kita harus menggunakan panduan untuk menggunakannya atau mungkin mencoba-coba sendiri memakainya. Maka seringkali kalimat tersebut hanya digunakan untuk mempertebal rasa malas belajar saja.

Saya mengibaratkan sebuah website dengan dunia nyata. Website tak ubahnya alamat tinggal seseorang atau sekumpulan orang dalam komunitas kehidupan nyata. Jika seseorang ditanya alamat tinggalnya, naif jika yang bersangkutan mengatakan tidak tahu padahal sudah menetap bagitu lama di tempat tersebut. Bahkan, seorang yang tidak punya kartu identitas sekalipun akan menuliskan alamat lengkapnya jika dirinya sudah tinggal lama disuatu tempat. Bagaimana mungkin orang yang tidak tinggal dimana yang bersangkutan tinggal akan mengatakan dengan pasti bahwa situasi daerah tersebut kacau balau, terkecuali dia dapat "KICAUAN BURUNG HANTU" pembawa gibah.

Rasanya sudah bukan waktunya lagi untuk mengatakan, bila ingin menambah klien atau pelanggan atau jumlah komunitas, maka buatlah website. Karena hampir-hampir kehidupan sehari-hari kita sudah bertemu dengan website setiap harinya. Membaca berita, bersosial bahkan bekerja. Mungkin akan lebih tepat bila dikatakan, gunakanlah website untuk memaksimalkan usaha dan kehidupanmu.

Teknologi informasi memberi kita pelajaran untuk lebih terbuka dalam banyak hal (kecuali kehidupan pribadi tentunya), hingga memudahkan pengenalan akan banyak hal yang kita lakukan. Dalam satu detik, apa yang kita lakukan dari banyak kegiatan kita bisa mudah diketahui banyak orang di pelosok dunia.

Oleh karena itu, Website tidak lagi sebuah prestige, website sudah menjadi kebutuhan untuk banyak orang. Maka bila kita tidak segera mempunyainya, maka komunikasi kita akan sekian langkah tertinggal dari orang-orang yang sudah menggunakannya. Karena, website mampu menyimpan informasi, mampu memberi bentuk kemudahan layanan bahkan bisa menjadi toko – portfolio – showcase bagi usaha kita.

23 April 2012

Media Cetak dan Target Advertise

Media cetak merupakan suatu media yang bersifat statis dan mengutamakan pesan-pedan visual. Media ini terdiri dari lembaran kertas dengan sejumlah kata, gambar, atau foto dengan tata warna dan halaman putih. Media cetak merupakan dokumen atas segala dikatakan orang lain dan rekaman peristiwa yang ditangkap oleh jurnalis dan diubah dalam bentuk kata-kata, gambar , foto, dan sebagainya.

Dalam pengertian ini, media cetak yang dipakai untuk memasang iklan adalah surat kabar dan majalah. Dalam media ini dikenal jenis iklan baris, iklan display, dan iklan advetorial. Iklan baris adalah iklan yang pertama kali dikenal masyarakat. Umumnya hanya terdiri dari iklan lowongan pekerjaan; iklan penjualan rumah, mobil bekas, tanah, handphone; dan penawaran jasa tertentu. Iklan ini ukurannya kecil dan banyak mengandung singkatan tertentu.

Iklan display merupakan iklan yang paling dominan pada surat kabar maupun majalah. Ukurannya sangat bervariasi, biasanya minimal dua kolom, hingga maksimal satu halaman. Iklan advertorial adalah iklan yang ditulis dengan gaya editorial. Isi pesan dan gaya penulisannya lebih serius. Dalam modul ini yang menjadi fokus pembelajaran adalah iklan jenis display dan advertorial.



KARAKTERISTIK IKLAN MEDIA CETAK

Iklan di media cetak baik itu yang terdapat dalam surat kabar maupun majalah, memiliki karakteristik sebagai berikut.
  1. tergolong praktis, cepat, dengan harga terjangkau
  2. daya jangkau dan edar surat kabar dapat sampai pelosok. Perkembangan zaman telah menciptakan segmentasi, dan megidentifikasi surat kabar dan majalah menurut karakteritik sosial pendidikan pembacanya
  3. peranan jenis huruf, ukuran, aspek lay out turut menentukan keberhasilan iklan
  4. dapat bertahan, tidak satu kali lalu habis

Anatomi yang dipakai untuk eksekusi (produksi) iklan media cetak menurut Mardjadikara (2004: 25), sebagai berikut.
  1. Headline atau judul yang tentunya harus ada kaitannya dengan bodycopy
  2. Visual, ilustrasi, gambar atau foto orang model atau apa pun yang berkaitan dengan konsep kreatif dan atau foto produk itu sendiri
  3. Bodycopy atau teks yang memberikan informasi lebih rinci tentang produk atau jasa yang akan dijual
  4. Produck shot atau foto produk (yang sekaligus bisa menampilkan nama merk) Produk shot ini bisa saja merupakan ilustrasi utama.
  5. Baseline yang bisanya terletak paling bawah di layout iklan. Di bagian bawah ini bisa dimasukkan, slogan, cath phrase, atau nama dan alamat perusahaan pengiklan.
Disebutkan juga adanya unsur lain dalam anatomi iklan media cetak, yaitu:
  1. Kupon, jika pengiklan menginginkan respon langsung (direct respon) dari sasaran atau untuk kepentingan survei konsumen.
  2. Flash yaitu, misalnya perkataan Baru, Diskon, Cuci Gudang yang ditulis dengan grafis tertentu untuk mendapat pehatian khusus konsumen.

Terkadang ada iklan yang dibuat sengaja tidak lengkap. Misalnya hanya memuat headline dan tidak jelas mengiklankan produk atau jasa apa yang ditawarkan. Atau tanpa headline sama sekali, namun iklan ini menampilkan produk tanpa label atau sebagian saja. Inilah iklan yang biasanya disebut dengan teaser, yang maksudnya sebagai prakondisi kampanye utama yang akan dilancarkan. Ide strategi keratif dari iklan ini adalah menciptakan rasa penasaran orang akan iklan berikutnya.


MENULIS HEADLINE


Headline haruslah menarik, seperti halnya sebuah judul berita, artikel, cerpen, ataupun novel. Tanpa headline yang menarik, orang tidak akan memperhatikan bodycopy. Selain menarik, headline juga harus mengandung kebenaran secara logika.

Headline "Tips Cantik bagi Wanita" kurang menarik bagi pembaca. Namun, headline "Cara tepat Menjadi cantik dalam 14 hari" merupakan headline yang memukau. Orang akan langsung tertarik menbaca iklan itu lebih jauh. Namun, headline "Cara tepat menjadi cantik dalam 15 menit" adalah mustahil. Orang tidak tertarik karena menilainya ada kebohongan.

Selain pilihan kata yang baik, headline harus ditulis dengan jenis huruf yang mudah dibaca dan huruf yang lebih besar dari bodycopynya. Headline dalam huruf tebal dan ukuran besar, misalnya 72 kurang estetis dan kurang efisien untuk iklan ukuran 2 kolom x 150 mm, disamping tentu saja menghabiskan ruang.

Dari gaya dan struktur kalimatnya headline bisa berbentuk pernyataan, membuat pernasaran, perntanyaan menggoda, mengejutkan, retorika, bujukan, dan sebagainya.

  1. Pernyataan: Ada Break ada Kit Kat
  2. Membuat penasaran: Ternyata ada juga wanita yang jatuh cinta pada dasi.
  3. Pertanyaan menggoda: Mengapa gadis-gadis Indonesia memakai pembalut Suction?
  4. Mengejutkan: Gunakan Akal Sehat, Pilihan Baru
  5. Retorika: Adakah wanita yang tidak ingin Cantik