INFO ANYAR | UAS Mata Kuliah Hukum Bisnis dilaksanakan tanggal 10-06-2016 pukul 14.00 - 15.30 | RKAKL Online Klik Disini | Chek in Online Garuda Klik Disini | Cek Garuda Miles Klik Disini | Materi MK Hukum Bisnis, Lihat Pada Menu Materi Kuliah Hkm. Bisnis |

26 Maret 2016

Senja Tepian Tembok Berlin, Kota Sorong - Papua Barat

Pantai Tembok Berlin-Nama pantai yang cukup unik bukan? Mungkin anda langsung membayangkan tembok berlin yang ada di Negri Jerman. Tapi jangan salah, di Indonesia juga ada tempat yang di namai tembok berlin walaupun sebenarnya sangat tidak mirip dengan tembok berlin yang sesungguhnya. Apalagi, tempat tersebut merupakan kawasan pantai yang terletak di pinggir jalan. Penasaran? 
Mendengar nama Tembok Berlin, kamu pasti langsung berpikir tentang tembok tinggi yang memisahkan Jerman, Timur dan Barat sebelum reunifikasi. Tapi Tembok Berlin yang satu ini berbeda.
Di sini tembok yang dimaksud bukan memisahkan dua negara, tetapi menjadi tanggul untuk menahan air laut. Bahkan, Tembok Berlin yang satu ini menjadi pusat jajanan kuliner seafood.
Wilayah Pantai Dofior yang lebih dikenal sebagai tembok Berlin adalah pusat keramaian dan hiburan favorit bagi masyarakat kota Sorong. Pantai ini disebut tembok Berlin bukan karena memiliki tembok seperti di Jerman, tetapi karena keberadaan sebuah tembok setinggi 1,5 meter yang terbentang di sepanjang wilayah pantai sejauh 1 kilometer. Tembok ini adalah pembatas antara pantai dan jalan raya serta berfungsi sebagai penahan air laut agar tidak memasuki area jalan raya. Hal ini bertujuan untuk menahan gelombang ombak agar tidak naik hingga ke jalanan. Nah, dikarenakan tembok inilah akhirnya pantai ini lebih akrab di sebut dengan Pantai Tembok Berlin di bandingkan dengan nama aslinya, Pantai Dofior.

Sayup-sayup terdengar debur ombak dari kejauhan. Inilah jejak pertamaku menikmati senja di Kota Sorong, Papua Barat. Angin pun berhembus dengan sejuk semilir, mengikuti hentakan ombak senja yang semarakkan sore hari. Mulai terlihat muda-mudi dan keluarga muda berdatangan ke pantai paling terkenal di Sorong ini, padahal matahari masih bersinar dari arah barat. Inilah Pantai Dofior atau yang biasa dikenal sebagai Tembok Berlin kala menyambut tenggelamnya matahari di ufuk barat.

Mengendarai angkutan umum berwarna kuning trayek gereja Maranatha - yang oleh penduduk disana disebut taksi - dari hotel Sahit Mariat dengan beberapa teman perencana Pendis, kami manfaatkan waktu luang sebelum acara pembukaan untuk bisa mengetahui lebih banyak tentang daya tarik Kota Sorong, Papua Barat – selain Raja Ampat, tentunya. Infra struktur jalan dan angkutan umum yang cukup ramai, itulah komentar pertamaku saat menuju Tembok Berlin. Lokasi tembok berlin tidak jauh terletak dari pelabuhan Sorong yang lumayan ramai aktivititasnya.

Sore di Tembok Berlin kala itu memang sangat ramai walaupun bukan malam Minggu atau malam libur, mengingat cuaca begitu cerah dan ini berarti prosesi matahari tenggelam pun dapat dinikmati dari bibir pantai. Masyarakat yang umumnya pasangan-pasangan muda pun mulai duduk di atas tembok Berlin bersiap untuk menikmati anugerah matahari tenggelam yang begitu indah. Tembok ini dapat diduduki karena punya lebar sekitar 1 meter dan sangat mungkin untuk duduk di atasnya.
Tembok Berlin adalah destinasi wisata. Walau lokal tapi namanya sudah mendunia. Sayang sekali, masih perlu pembenahan dan pembersihan sampah yang berserakan baik dipinggir jalan maupun yang numpukdi bibir pantai tergerus ombak. Harga makanan, juga relatif lebih mahal sedikit dibandingkan di tempat lain.






Setelah hunting foto-foto, kami berempat duduk-duduk merasakan semilir angin, sambil menikmati pisang epek dan minuman saraba ala makassar. Perlu diketahui, hampir kebanyakan penjaja makanan pinggir tembok Berlin, lebih banyak makanan khas Makassar, karena mungkin migrasi penduduk Makassar, sudah lama berbaur dengan warga penduduk asli.
Satu hal yang menarik dari informasi yang didapat dari mas irzam, salah satu staf STAIN Sorong yang selalu ceria mengantar kami selama di Sorong, penduduk asli lebih senang mencari rezeki dengan melaut dan menjualnya ke pasar, dibandingkan mereka menjadi pedagang.
Semoga, masih ada kesempatan kedua untuk menikmati destinasi wisata Kota Sorong - Papua Barat....

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar